Senin, 28 September 2015

GAMBIR 9 PAGI



Gambir , 9 pagi
Denting jam stasiun berbunyi
Menghantui kita sejak tadi

Pilihan yang membelenggu,
Menggerakan dirimu ke gerbong kereta
Dunia membawamu,
Membawa dirimu ke tempat bersuka
Waktu berlalu,
Seiring cepatnya kau tak bertanda

Tanganku masih merasa hangat akan genggamanmu
Tetapi tubuhku kaku,
Menatap keramaian,
Mendengar kegaduhan,
Yang bukan dari gerak atau ucapmu

Gambir, 10 pagi
Engkau sudah pergi
Meninggalkan langit yang temaram, dan alunan yang terdengar sendu
Mengisyaratkan sesuatu,
Aku ingin mencintaimu dari jauh,
Memastikan mentari menyinarimu
Membuat bulan tersenyum padamu
Aku ingin mencintaimu dari jauh,
Memastikan angin mengirim kata rindu
Membuat burung bernyanyi saat kau buka matamu

Aku ingin mencintaimu dari jauh,
Aku ingin....

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
22 Juni 2015, Gambir , 9 Pagi...ia pergi, benar - benar pergi



Sabtu, 12 September 2015

TAKDIR MEMPERTEMUKAN



Kita hanya boneka
Dikendalikan oleh tangan - tangan di atas
Tak bisa melawan takdir,
Tak tahu kapan terhenti

Kita hanya penyebrang jalan,
Yang berjalan ke arah berlawanan
Tetapi kita terhenti,
Saat saling berhadap - hadapan
Dingin, kaku pertama,
Namun perlahan salah satu dari kita,
Mengikuti arah yang sama

Ya,kita tak bisa melawan takdir
Takdir kita untuk bertemu
Seakan kita akan bepergian untuk selamanya
Seakan takdir membelenggu kita
Seakan waktu terlelap saat kau ada

WAKTU



Waktu berlari dan berlalu
Tak peduli saat senang atau kelabu
Secepat - cepatnya pergi, 
kadang sekilas, 
kadang seperti seribu tahun
 Waktu berlari dan berlalu
Meninggalkan keramaian - keramaian
Sedih, ditinggal pergi oleh kegembiraan
Gembira, setelah menunggu kepastian
Waktu berlari dan berlalu
Ada yang membuangnya jauh - jauh,
Ada yang masih mendekapnya erat,
Ada yang meratapi kepergiannya,
Ada yang berbalik muka

Waktu berlari dan berlalu
Lari membawa semua serpih kenangan,
Yang masih tersisa dan melekat padanya

Waktu berlari dan berlalu
Menyertakan gambaran air mata dan luka,
Serta senyum dan tawa

Waktu,
Akan selalu ada,
Lalu pergi entah kemana