Rabu, 28 Desember 2016

SEMBUNYI



Aku ingin sembunyi
Menyembunyikan senyumku saat melihatmu tertawa
Menyembunyikan debar jantungku saat engkau berada
Menyembunyikan binar mataku saat engkau bercahaya

Aku ingin sembunyi
Sembunyi saat kakimu melangkah ke arahku
Sembunyi saat dirimu memanggil namaku
Sembunyi saat matamu menatap mataku

Aku ingin sembunyi
Bukan karena ku tak peduli
Tapi karena ku takut semakin menginginkanmu, yang tak mungkin kumiliki

Aku ingin sembunyi
Bukan karena ingin ditemukan olehmu
Karena ku tahu, meski diriku menghilang, kau tak akan mencariku



Kamis, 03 November 2016

Et Maintenant ?


Untuk dirimu yang dahulu pernah ada,
Aku selalu mengingat kata - katamu.

Namun kata - kata itu membuatku mengerti,
Bahwa engkau adalah seseorang yang sangat berbesar hati.

Engkau membiarkanku menyakitimu, meski dirimu tak pernah begitu.
Engkau membiarkanku mencari orang lain, meski dirimu selalu ada.

Katamu, engkau tak pernah menyerah terhadapku...tetapi akulah yang begitu.
Karena itu kau melepasku, bukan karena kau tak sanggup disakiti, tetapi karena tak sanggup melihatku tidak berbahagia.

Namun, sekarang apa ?
Aku merasa sendiri.

Kau berharap aku bisa mendapat orang yang kuinginkan itu, tetapi ia seperti tak menyadari apapun. 
Ternyata aku bukan apa - apa di hadapannya, tidak sepertimu yang membuatku merasa berharga.

Tetap saja, aku tak bisa mendapatkannya...
Tetapi engkau juga tak dapat ku raih kembali.

Aku seperti melepas intan permata untuk mendapat sebuah batu kerikil.

Tapi jika kau bertanya apa aku menyesal, aku akan berkata tidak.
Karena engkau jadi tahu bahwa orang sepertiku...tidak pantas dipertahankan.
Karena engkau jadi tahu, jika selama ini aku bukan orang yang kau kira.

Untuk dirimu yang dahulu pernah ada,
Aku selalu mengingat kata - katamu.
Mengingat apa yang dulu pernah kau lakukan.
Aku mengingat segalanya.

Minggu, 15 Mei 2016

RAMA



Di penghujung jalan...

Kuhampiri ia
Kulihat ia melambai
Kudengar ia menyapa

Rama...

Berkemeja biru, bersepatu hitam
Melihatnya, jantungku terhujam
Ku ingat sewindu yang lalu,
Tubuhnya terbawa pergi
Bersamaan dengan bergeraknya kereta api

Rama...

Kini ia kembali
Membawa serta kenangan lama
Dan mimpi - mimpinya yang telah nyata

Rama...

Matanya tetap legam
Sorotnya tetap tajam
Inginku hanyut dalam tatapnya

Rama...

Telapak tangannya tetap lembut
Lengannya tetap hangat
Inginku jatuh dalam peluknya

Rama...

Pikirnya tetap merindu
Hatinya tetap menunggu
Inginku berbisik padanya, 
Aku juga merindu,
Aku juga menunggu
Inginku berkata padanya,
Tetaplah di sisiku,
Menjadi kita yang dulu

Jumat, 29 Januari 2016

Khayal dan Kehidupan



Dalam khayalan,
Bunga tetap bermekaran
Langit tetap biru
Kebahagian terlihat nyata...

Dalam khayalan,
Air tetap jernih
Awan tetap putih
Cinta terasa ada...

Dalam khayalan,
Lagu terdengar merdu
Bahu tak terbebani
Kaki melangkah kemanapun ia mau...

Dalam hidup,
Daun tetap mengering
Lalu berguguran ke tanah retak
Dan terinjak oleh kaki - kaki bersalah...

Dalam hidup,
Dinding tetap berlumut
Kayu tetap rapuh
Kertas tetap tercabik - cabik

Dalam hidup ini,
Dirinya tetap pergi
Air mata tetap mengalir
Luka tetap tak sembuh

Khayalan dan hidup ini,
Melekat tetapi berbeda arti