Untuk dirimu yang dahulu pernah ada,
Aku selalu mengingat kata - katamu.
Namun kata - kata itu membuatku mengerti,
Bahwa engkau adalah seseorang yang sangat berbesar hati.
Engkau membiarkanku menyakitimu, meski dirimu tak pernah begitu.
Engkau membiarkanku mencari orang lain, meski dirimu selalu ada.
Katamu, engkau tak pernah menyerah terhadapku...tetapi akulah yang begitu.
Karena itu kau melepasku, bukan karena kau tak sanggup disakiti, tetapi karena tak sanggup melihatku tidak berbahagia.
Namun, sekarang apa ?
Aku merasa sendiri.
Kau berharap aku bisa mendapat orang yang kuinginkan itu, tetapi ia seperti tak menyadari apapun.
Ternyata aku bukan apa - apa di hadapannya, tidak sepertimu yang membuatku merasa berharga.
Tetap saja, aku tak bisa mendapatkannya...
Tetapi engkau juga tak dapat ku raih kembali.
Aku seperti melepas intan permata untuk mendapat sebuah batu kerikil.
Tapi jika kau bertanya apa aku menyesal, aku akan berkata tidak.
Karena engkau jadi tahu bahwa orang sepertiku...tidak pantas dipertahankan.
Karena engkau jadi tahu, jika selama ini aku bukan orang yang kau kira.
Untuk dirimu yang dahulu pernah ada,
Aku selalu mengingat kata - katamu.
Mengingat apa yang dulu pernah kau lakukan.
Aku mengingat segalanya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar