Tak disangka di hari itu, langit memutuskan untuk menurunkan sebuah agoni
Duka menyentuh bumi seakan tak ada esok hari
Lara menyelimuti pertiwi hingga sesak hati
Setiap hari lembaran kisah terbuka menyingkap ironi
Tanpa mengetahui apa itu kata henti
Ibu pertiwi yang sedang sendu berbisik pada kami
Luka ini, boleh menjadi sebuah alasan untuk bermuram durja
Boleh menjadi alasan untuk menjatuhkan air mata
Tapi tak cukup untuk menghadang kita
Para putera negeri, tuk senantiasa berdoa dan berusaha
Tak cukup untuk menghentikan kita
Putera pertiwi yang setia, tuk menghimpun asa
Bahwa derita hanya sementara
Nestapa kan sirna
Dan lengkung senyum ibu pertiwi, kan kita kembalikannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar