Rabu, 14 Oktober 2015
MENGAPA MEMILIH
Mengapa engkau memilih sepi ?
Mengapa memilih tundukkan diri ?
Padahal telah kudendangkan suatu rangkaian nada...
Ditambah alunan merdu rintik - rintik hujan, dan dentuman menenangkan dari debur ombak
Mengapa engkau memilih bersedih hati ?
Mengapa memilih mengeluarkan air mata ?
Padahal telah ku bawa engkau ke sana, ke tempat dimana kita berputar - putar dalam kegembiraan hingga lelah...
Tak ada lagi celah rasa itu untuk kembali
Mengapa engkau memilih derita ?
Mengapa memilih nista ?
Padahal telah ku beri engkau tanganku
Yang jika digenggam, engkau hanya akan tahu apa itu bahagia
Mengapa engkau memilih luka ?
Mengapa kau biarkan saja lukamu ?
Padahal telah ku bawa perban untuknya,
Yang jika kau biarkan ada di sana...
Akan membuatmu seperti sedia kala
Mengapa engkau memilih berpura - pura buta ?
Mengapa pejamkan mata ?
Padahal telah ku tarik pelangi ke hadapanmu...
Buka saja matamu...tak ada lagi bayangan kabur itu...
Lupakan semua hal yang telah kau lihat dan terasa mencabikmu
Mengapa engkau memilih tak berpaling ?
Mengapa tak bergeming ?
Padahal telah ku beri engkau sesuatu yang baru...namun...
Apa rasa itu masih saja memelukmu ?
Hingga sulit membuka hati bagiku...
Mengapa engkau memilih melihat ke belakang ?
Mengapa tak melihatku saja ?
Padahal aku ada di sini, bersiap jadi sayap untuk membawamu ke tempat - tempat terindah di dunia...menembus awan...menghantam angin
Mengapa engkau masih bertanya ?
Mengapa kau ragu ?
Padahal akulah jawaban yang engkau cari dan engkau sembunyikan secara bersamaan...
Padahal telah ku ucap padamu,
Jika aku ada di sini,
Engkau tak akan tahu apa itu pedih
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar